Penyesalan
dan pelarian atas kehidupan ini sering membuat seseorang berpikiri untuk mati
tapi takut atas kematian itu sendiri.
“Hidup
segan Mati tak Mau”
Hal ini sering terjadi
karena kita sering tidak menyadari kenikmatan dalam proses hidup ini
dikarenakan sering memikirkan sesuatu yang lain dari pada apa yang sedang
dialami.
Ketika
mencuci cangkir untuk minum kopi, kita tidak benar-benar sedang mencuci.
Ketika
kita memasak,kita tidak benar-benar sedang memasak.
Ketika
sedang meminum kopi, kita tidak benar benar sedang minum kopi.
Ketika
sedang perjamuan makan malam, kita sibuk ngobrol sana sini tanpa sadar akan nikmatnya apa yang
sedang kita makan
Karena
hati tidak sedang tertuju di situ, tidak tertuju pada apa yang sedang
dilakukan. Tetapi sibuk mengolah akal pikiran yang terus berjalan dan bekerja
dengan di ikuti oleh suasana hati yang penuh kegelisahan.
Ketika
dengan kekasih,
Mungkin
kita tidak memperhatikannya,
Tidak
menikmati kebersamaan itu
Mungkin
kita tidak pernah berfikir, bisa saja hari itu adalah hari terakhir nya bersama
dengan kekasih.
Demikian terus berlanjut. Sebuah tragedi bukan?
Buat para warga AKAL,semoga kita selalu diberi kesadaran dalam perjalanan yang
singkat ini yaitu dengan selalu menikmati setiap perjalanan mendaki dan menurun
ini dengan tidak menghindarinya.
Baik
dan buruk apa yang kita lewati atau dapatkan akan terasa sia-sia dan seperti angin
masa lalu saja apabila kita tidak menyadari akan keberadaan kita disana untuk
menikmati setiap momen yang terjadi.
Wah banyak sekali tragedi dalam kehidupan saya dan Anda semuanya, namun banyak
juga kita telah menyia nyiakan hal tersebut
Semoga
kita semua diberi kesempatan hidup lagi. Agar tidak menyia-nyiakan hidup ini
lagi hanya dengan rasa sesal dan mengeluh saja. Tetapi menikmati setiap detik
momen kita yang berarti kita telah menyukuri apa saja yang telah diberikan oleh
Tuhan YME.