Fauzan Al-Anshari, Direktur Lembaga Kajian
Strategis Islam (LKSI), dalam surat
elektronik yang ditujukan kepada okezone, menyebutkan adanya kemungkinan bom
yang digunakan adalah bom mikronuklir. Fauzan menyebutkan tulisan sejumlah investigator tentang
kemungkinan itu.
Seperti Joe Vialls, investigator bom independen Australia yang
wafat 2005 lalu. Dalam situsnya (http://www.thetruthseeker
.co.uk/columnist .sp? ID=3), Vialls menulis tiga artikel berjudul: Bali Micro
Nuke Buried By Western Media, Bali Micro Nuke-Lack of Radiation Confuses
"Expert", dan Micro Nuke Used in Bali "Terrorist" Lookalike
Attack.
Vialls menegaskan bahwa adanya cendawan panas,
kawah, cahaya, dan listrik mati sebelum ledakan bom adalah bukti tak
terbantahkan hadirnya mikronuklir dalam bom tersebut.
"Bahkan, saksi lain, Kapten Rodney Cox, yang juga menyaksikan bom itu meledak
dan membuat tulisan yang dimuat di situs Army Australia, tetapi mendadak
dihapus karena laporannya bisa membuat masalah bagi Australia di masa datang,"
ungkap Fauzan, Minggu (9/11/2008).
Penyesalan
dan pelarian atas kehidupan ini sering membuat seseorang berpikiri untuk mati
tapi takut atas kematian itu sendiri.
“Hidup
segan Mati tak Mau”
Hal ini sering terjadi
karena kita sering tidak menyadari kenikmatan dalam proses hidup ini
dikarenakan sering memikirkan sesuatu yang lain dari pada apa yang sedang
dialami.